Berita Bola Sbobet

Berita prediksi dan hasil pertandingan bola paling lengkap dari situs sbobet

Page 3 of 7

Ingin Tampil Reguler, Lallana Harus Tinggalkan Liverpool

Eks pelatih Adam Lallana di Southampton, Nigel Adkins menyarankan gelandang Timnas Inggris tersebut untuk hengkang dari Liverpool jika ingin karirnya selamat.

Adam Lallana merupakan salah satu rekrutan Liverpool di era Brendan Rodgers. Sang pemain dibeli dari Southampton pada musim panas tahun 2014 silam. Sejak saat itu, gelandang Inggris itu sudah membuat 178 penampilan di semua ajang untuk The Reds.

Sebenarnya, Adam Lallana kerap jadi andalan di lini tengah. Performanya juga terbilang sangat apik. Hanya saja, keberuntungan tak memihak kepada sang pemain. Dia sering kali ditimpa cedera dan akhirnya jarang bermain dalam beberapa tahun terakhir ini.

Kondisi tersebut memaksa klopp mendatangkan gelandang lainnya, dan Lallana pun kian tersisih. Bahkan musim ini, pemain berusia 31 tahun hanya bermain 3 kali sebagai starter di ajang Premier League.

Tapi kontribusinya tetap terlihat, salah satunya saat mencetak gol penyeimbang melawan Manchester United dalam hasil imbang 1-1 di Old Trafford pada bulan Oktober lalu di ajang Liga Inggris.

Meski demikian, Nigel Adkins yang pernah menangani Lallana pada periode 2010 sampai 2013 di Southampton mengaku cukup sedih melihat kondisi sang pemain saat ini.

“Dia salah satu pemain favorit saya. Dulu saya memiliki kesempatan untuk menjadi manajer di Southampton dan Adam Lallana adalah cahaya yang bersinar.”

“Sangat antusias, sangat menular, seorang pemuda berbakat yang sangat terampil yang senang bekerja setiap hari. Dia pemain yang berbakat dan penting dia bermain. Dia sering keluar dari skuad, dia hanya pemain terpinggirkan di Liverpool sekarang dan itu memalukan.” kata Adkins kepada Sky Sports News.

Sekarang ini, kontrak Lallana di Liverpool hanya tersisa sampai bursa transfer musim panas mendatang. Belum ada kejelasan mengenai kontrak baru.

Namun, Adkins menyarankan agar gelandang Inggris tersebut lebih baik pergi dari Anfield jika ingin mendapat kesempatan bermain reguler.

“Ini karir yang singkat dan Anda harus bermain, Anda harus pergi dan bermain. Jadi tidak masalah ke mana dia pergi bagi saya, selama Anda melihat dia bermain sepak bola, karena dia menghibur Anda, dia menarik untuk ditonton, dia bergerak ke kiri dan bergerak ke kanan.” Tandasnya.

Luis Nani Klaim Ajari Cristiano Ronaldo Cara Main Bola

Winger kondang Portugal, Luis Nani baru-baru ini menyusun tim sepakbola impiannya yang terdiri dari lima pemain. Menariknya, eks MU ini mengklaim bahwa dialah yang mengajari Cristiano Ronaldo cara bermain bola yang baik dan benar.

Luis Nani, 33 tahun, termasuk salah satu pemain sepakbola terbaik yang pernah dimiliki oleh Portugal. Dia sempat membela raksasa Premier League, Manchester united tepatnya pada periode 2007 sampai 2015.

Sama seperti Cristiano Ronaldo, sang Winger juga memulai karirnya bersama dengan Sporting Lisbon. Ronaldo sendiri adalah pemain didikan akademi klub tersebut yang kemudian pindah ke Old trafford pada tahun 2003.

Karena usia yang terpaut dua tahun saja dengan Ronaldo, Nani pernah bermain bersama dengan peraih Lima Ballon d’Or tersebut. Baik itu di tim nasional Portugal, maupun di Manchester United.

Nah, baru-baru ini Luis Nani diminta untuk membentuk skuat five-a-side oleh pihak Major League Soccer (MLS) lewat akun Instagram pribadinya. Dia harus menyusun lima pemain untuk masuk ke dalam tim impiannya tersebut.

Nani lantas memilih tiga pemain yang berasal dari Portugal, antara lain Deco, Bruno Fernandez dan Cristiano Ronaldo.

Menariknya, Nani mengklaim bahwa Cristiano Ronaldo dengan semua keterampilan yang dimiliki telah belajar darinya saat masih muda dulu.

“Cristiano Ronaldo dengan semua keterampilan ini, kaki cepat, ia belajar banyak dari saya di masa muda. Ia tahu, ia tahu,” klaimnya.

Kemudian, mantan pemain Valencia ini juga memilih satu nama pemain yang berasal dari Manchester United, dia adalah David De Gea. Kiper Spanyol itu masih jadi andalan di Old Trafford sampai sekarang.

“David de Gea ada di gawang, pemain yang sangat bagus dan salah satu yang terbaik di dunia tetapi ia harus membawa kacamatanya karena ia tidak dapat melihat apa pun tanpa mereka,” kelakarnya.

Sedangkan satu nama lagi diisi oleh legenda Setan merah, Paul Scholes.

“Paul Scholes. Kontrol bola yang bagus dan visi yang bagus.”

Adapun, Nani sendiri sekarang masih aktif bermain bagi klub Amerika Serikat, Orlando City.

Bek PSG ini Ketakutan Dengan Wabah Virus Corona

Bek sekaligus Kapten Paris Saint-Germain Thiago Silva mengakui bahwa dirinya adalah salah satu orang yang merasa cemas dan takut terhadap ancaman Wabah COVID-19 yang tengah melanda banyak Negara.

Pandemi Virus Corona atau COVID 19 ini memang sedang mewabah di banyak negara, termasuk Prancis. Alhasil, pihak otoritas setempat memberhentikan sementara waktu kompetisi sepakbola, tak terkecuali ligue 1 Prancis.

Dengan masa ‘liburan’ ini, Thiago Silva pada akhirnya memutuskan untuk mudik ke kampung halamannya, Rio De Janeiro, brazil. Sosok berusia 35 tahun tersebutpun mulai menjalani masa karantina di rumahnya sendiri.

Dalam wawancara bersama SporTV, mantan pemain AC Milan menganggap ini sebagai masa-masa sulit bagi semua orang.

“Saya tiba kemarin setelah penerbangan yang agak sepi. Di sini (di Rio de Janeiro), saya dalam karantina. Ini adalah situasi yang tidak mudah tetapi manusia memiliki kapasitas yang luar biasa untuk adaptasi,” ucapnya seperti dilansir Goal International.

Sama seperti di Paris, di Brazil juga banyak fasilitas yang ditutup sebagai tindakan preventif terhadap penyebaran virus ini.

“Bagaimana saya akan menjaga diri saya dalam kondisi yang baik? Ini akan menjadi rumit di Paris seperti di sini. Di Paris, pusat-pusat pelatihan telah ditutup, klub juga. “

“Dan di Brasil, mereka hanya membuat keputusan yang sama. Kami akan mencoba untuk berlari-lari tetapi akan lebih sulit untuk memperkuat tubuh atau hal semacam itu.” Tandasnya.

Silva juga meminta untuk semua orang memperhatikan apa yang mereka konsumsi, dan menegaskan bahwa ini bukan liburan.

Sosok berusia 32 tahun itu pun tak bisa memungkiri fakta bahwa ancaman virus ini membuat banyak orang ketakutan, termasuk dirinya.

“Anda juga harus memperhatikan makanan. Kita tidak sedang berlibur. Ini momen refleksi. Kita semua takut dengan apa yang terjadi,” seru Silva.

Brazil sendiri terbilang sebagai salah satu negara yang jauh dari China (Negara asal Virus Corona), namun sudah ditemukan beberapa kasus positif disana, bahkan 10 orang diantaranya telah meninggal dunia.

Fakta tersebut membuat pemerintah setempat menutup sejumlah perbatasannya agar penyebaran virus tidak makin meluas.

Ibrahimovic Ogah Bertahan di AC Milan Musim Depan

Reuni antara AC Milan dan Zlatan Ibrahimovic dipercaya tidak akan berlangsung lama. Pemain Kondang asal Swedia itu diklaim berencana meninggalkan San Siro pada musim panas nanti.

Setelah selama dua tahun menapaki karirnya di Amerika Serikat bersama dengan LA Galaxy, Zlatan secara mengejutkan kembali ke Milan pada bulan Januari kemarin. Ia mengabaikan tawaran dari sejumlah klub top Eropa untuk kembali ke pelukan mantan klubnya tersebut.

Berdasarkan kesepakatan yang tercapai pada Bursa transfer musim dingin kemarin, Ibra akan menjalani sisa musim 2019/20 ini bersama dengan Rossoneri. Akan tetapi, dalam kontrak tersebut terdapat klausul perpanjangan otomatis dengan syarat AC milan harus lolos ke Panggung Eropa musim depan.

Namun kabar terkini, laporan dari Calciomercato mengklaim bahwa mantan bintang Paris saint-Germain tersebut sudah tak lagi tertarik melanjutkan karirnya bersama AC Milan musim depan. Dengan kata lain, dia memilih untuk meninggalkan Rossonerri di akhir musim nanti.

Laporan yang sama menyebut bahwa alasan dibalik keputusan Ibra tak lain karena kualitas tim yang dimiliki AC Milan saat ini. Zlatan diberitakan kecewa dengan kualitas para pemain yang dimiliki skuat Rossoneri, dia menilai tim arahan Stefano Pioli tak menjanjikan.

Selain itu, ada faktor lain juga yang semakin meyakinkan Ibra untuk meninggalkan San Siro. Tak lain adalah konflik Internal yang terjadi di kubu AC Milan.

Sebagai informasi, beberapa waktu terakhir ini memang ada pertengkaran hebat di jajaran manajemen MIlan. Beberapa Direktur Milan dikabarkan tidak suka dengan kepemimpinan otoriter yang diterapkan CEO klub, Ivan Gazidis.

Pada akhirnya, klub mendepak Zvonimir Boban dari posisinya sebagai direktur teknik. Bahkan kabarnya, situasi ini juga diyakini akan membuat Paolo Maldini berencana pergi. Zlatan menilai kondisi ini sangat tidak kondusif sehingga ia memilih pergi.

Hanya saja, belum ada informasi mengenai tujuan pemain berusia 40 tahun tersebut setelah meninggalkan San Siro nanti. Ada yang mengklaim bahwa Ibra akan melanjutkan karirnya di kampung halaman, Swedia.

Pada periode keduanya bersama Milan sejauh ini, Ibra sendiri telah mencetak 4 gol dari 10 penampilannya di semua ajang.

Conte Akui Inter Milan Tertinggal Jauh dari Juventus

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte tak bisa mencari-cari dalih kekalahan timnya atas Juventus dinihari tadi. Mantan pelatih Chelsea itu mengakui bahwa kedua tim berada di level yang berbeda.

Seperti diketahui, Derby d’Italia antara Juventus melawan Inter Milan yang sempat tertunda akhirnya berlangsung dinihari WIB tadi (09/03). Bermain di Allianz Stadium, kedua tim tanpa dukungan para suporter mereka menyusul kebijakan pemerintah Italia.

Meski tanpa suporter, Juventus tetap berhasil meraih kemenangan dalam partai tersebut. Pasukan Mauruzio Sarri menang telak dengan skor akhir 2-0. Gol-gol tuan rumah diciptakan oleh Paulo Dybala dan Aaron Ramsey pada babak kedua.

Tentu kekalahan ini mengecewakan bagi Inter Milan, pasalnya mereka sempat berhasil menjadi pesaing ketat Juventus dalam perburuan Scudetto musim ini.

Berbicara selepas laga, pelatih Antonio Conte enggan mencari-cari alasan kekalahan timnya. Menurutnya, Juventus dan Inter Milan memang berada dalam level yang berbeda.

“Perbedaan antara kami dan Juventus, tanpa menghitung satu laga melawan Sampdoria, adalah enam poin. Itu adalah dua hasil kekalahan di San Siro serta di sini,”

“Kami mencoba untuk tetap di belakang mereka, tapi kami harus belajar dari kekalahan dan memetik pelajaran dari perbandingan untuk bertumbuh dari segi karakter, kualitas, dan kekuatan. Ini adalah kekalahan yang harusnya membantu kami tumbuh dan memahami sejauh apa mereka,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

Lebih lanjut, pelatih berusia 50 tahun tersebut menganggap gol pertama Juventus yang dicetak Aaron Ramsey telah menjatuhkan mental para pemainnya. Atau bisa dikatakan, gol tersebutlah biang kerok kekalahan Handanovic dkk.

“Tetapi gol yang dicetak Ramsey telah mengubah semuanya, di atas semuanya dari segi psikologis. Itu menambah kepercayaan diri mereka dan memukul kami, sehingga kami tak mampu pulih dari situ,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pertandingan tersebut digelar tanpa pentonton menyusul wabah Virus Corona yang sudah mencapai Italia.

Pihak pemerintah lantas melakukan tindak pencegahan dengan cara melarang keramaian, salah satunya dengan melarang masyarakat menonton pertandingan sepakbola dengan datang ke Stadion. Aturan ini kabarnya akan berlangsung selama sebulan ke depan.

Legenda Manchester United Kritisi Performa De Gea

Hasil imbang yang didapat Manchester United kala bertandang ke markas Everton tak luput dari blunder fatal yang dilakukan David De Gea. Bahkan, salah seorang legenda klub Roy Keane turut mengkritisi habis performa sang kiper.

Seperti diketahui, Manchester United memainkan Matchdays ke-28 Premier League di Goodison park pada Minggu (01/03). Berhadapan dengan tuan rumah Everton, Setan merah sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Dominic Calvert-Lewin.

Proses terjadinya gol pertama tersebut tak lepas dari blunder fatal yang dilakukan penjaga gawang David De Gea. Kiper Spanyol menahan bola terlalu lama.

Alhasil, Calvert-Lewin memiliki kesempatan untuk mendekati sang kiper dan berupaya mengambil alih bola. De Gea berusaha mengumpankan bola ke rekan terdekat, sayangnya bola malah memantul ke Calvert-Lewin, alhasil masuk ke gawang sendiri.

Apa yang dilakukan De Gea lantas memancing komentar dari berbagai pihak, termasuk diantaranya legenda MU, Roy Keane. Eks Kapten Setan Merah bahkan tampak sangat emosi melihat tayangan ulang blunder tersebut.

“Entah saya sebagai seorang pemain atau manajer, saya akan menghabisinya. Apa yang ditunggu De Gea? Ini gila. Hampir ada sedikit kesombongan baginya. Saya akan menggantung dirinya di paruh waktu. Tidak ada alasan,” tegas Keane kepada Sky Sports.

Untungnya Bruno Fernandez berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan dalam pertandingan tersebut. Akan tetapi, kali ini Roye Keane justru mengkritik Jordan Pickford selaku kiper Everton.

Dalam proses gol tersebut, Bruno Fernandez melepas sepakan keras mengarah ke gawang, tapi laju bola melengkung membuat Pickford gagal mengantisipasi. Keane enggan mendengar alasan tersebut.

“Saya tidak ingin mendengar bahwa bola itu bergerak. Tentu saja itu bergerak, seseorang menendangnya! Intinya dengan Pickford … Saya tidak perlu melihat statistiknya. Saya tahu ia bukan penjaga gawang yang bagus. Ia tidak sanggup melakukannya.” Tandasnya.

Adapun, pertandingan tersebut sendiri pada akhirnya berkesudahan dengan skor imbang 1-1. Manchester united sendiri yang mengantongi satu poin tetap berada di peringkat ke-5 pada klasemen sementara.

Mereka juga tetap terpaut tiga poin dari Cheslea yang berada di empat besar.

Salah Satu Impian David Silva : Main Bareng Ramos di Man City

Pemain Gaek Manchester City, David Silva rupanya memiliki salah satu impian terpendam yang cukup unik. Pemain Spanyol tersebut ingin bermain dengan Sergio Ramos di Manchester City. Hal tersebut karena dia tahu persis performa sang defender.

Manchester City akan bertandang ke Santiago Bernabeu guna berhadapan dengan tuan rumah Real Madrid pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, Kamis (27/06). Tentu saja, pertemuan itu akan jadi reuni antara Ramos dan Silva.

Pasalnya, kedua pemain ini tidak pernah menjadi rekan satu tim di level klub, tapi mereka bahu-membahu membela Timnas Spanyol di panggung Internasional.

Berbicara tentang kelemahan Manchester city musim ini, tidak lain adalah lini pertahanan mereka yang bobrok. Klub tak mampu mendatangkan sosok pengganti yang tepat untuk Vincent Kompany, sementara Aymeric Laporte menepi lama karena cedera.

David Silva pun beranda-andai jika Sergio Ramos bermain untuk Manchester City, jelas hal tersebut akan menutupi kekurangan klub musim ini.

“Saya punya banyak rekan dan rekan dari tim nasional, yang di mana saya melewati banyak hal dengan mereka. Dalam hal ini, pemain itu adalah Sergio. Saya sudah kenal dia sejak lama, dia adalah seorang pemimpin dan akan jadi pemain yang bagus buat kami,” kata David Silva seperti yang dikutip dari Goal International.

Sedangkan soal pertandingan melawan Real Madrid pada leg pertama nanti, tentu saja David Silva berharap bisa meraih kemenangan meski laga akan berlangsung di Etihad Stadium. Pasalnya, trofi Liga Champions Eropa sangatlah penting bagi Manchester City.

Sejak berdiri di tahun 1880 sampai sekarang, klub yang berbasis di kota Manchester itu tak pernah merasakan gelar juara Liga Champions Eropa.

“Trofi itu sangat penting. Tidak hanya di musim ini, namun di seluruh musim sebelumnya, saya ingin menjuarainya besama teman-teman. Kami gagal, jadi ini akan menjadi pertandingan yang penting. Saya percaya bahwa laga leg kedua di kandang akan lebih baik karena bersama orang-orang kami. Kami akan butuh pertandingan serta hasil yang bagus,” pungkasnya.

Cetak 10 Gol Di Liga Champions, Haaland Pantang Puas

Erling Braut Haaland benar-benar memukau meski bermain untuk klub baru, Borussia Dortmund. Dua gol yang dilesatkannya ke gawang Paris Saint-Germain membuat remaja asal Norwegia tersebut kini sudah mengoleksi 10 gol di ajang Liga Champions Eropa musim ini.

Seperti diketahui, pemain berusia 19 tahun tersebut bergabung dengan Borussia Dortmund pada musim dingin Januari lalu. Yang bersangkutan langsung jadi andalan di lini depan, dan kembali diturunkan sebagai starter saat Dortmund bersua dengan PSG dinihari tadi.

Ya, Wakil Bundesliga Jerman berhadapan dengan Paris Saint-Germain pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa, Selasa (19/02). Setelah bermain tanpa gol di sepanjang babak pertama, tuan rumah Borussia Dortmund berhasil memecah kebuntuan di babak kedua.

Adalah Erling Haaland yang sukses membuka keunggulan Die Borussen lewat sontekan ringan. PSG kemudian membalas lewat gol Neymar pada menit ke-75. Tapi dua menit berselang, pemain muda Norwegia tersebut berhasil mencetak gol lagi untuk membawa Dortmund kembali unggul.

Dortmund akhirnya menang dengan skor akhir 2-1, dan kemenangan ini berarti spesial bagi erling Haaland. Pasalnya dengan tambahan dua gol tadi dia kini sudah mengoleksi 10 gol di ajang Liga Champions Eropa musim 2019/20.

Fakta inipun ditanggapi senang oleh sang pemain, hanya saja dia merasa pantang untuk merasa puas dengan catatan tersebut.

“Saya senang dengan gelar Man of the Match yang saya dapat, tetapi saya merasa masih bisa berbuat lebih baik lagi. Saya harus bermain baik di level ini, bekerja keras untuk lebih baik lagi,” kata Haaland dikutip dari Goal International.

Lebih lanjut, Haaland menegaskan bahwa yang terpenting adalah kemenangan Borussia Dortmund. Diapun meminta rekan-rekannya untuk tidak berpuas diri, karena masih ada leg kedua di markas klub Prancis.

“Hasilnya masih berbahaya, karena PSG punya tim yang sangat kuat dan mereka bisa peluang lolos pada leg kedua,” kata Erling Haaland.

Adapun dengan catatan 10 gol tersebut, Erling Haaland kini bersanding dengan Robert Lewandowski sebagai top skorer sementara Liga Champions Eropa musim ini.

Mungkin Lionel Messi Memang Bukan Lagi Sosok Pembeda

Lionel Messi terlihat masih produktif musim ini, dia bahkan berhasil memenangkan penghargaan pemain terbaik dunia FIFA, dan Ballon d’Or. Namun melihat performanya belakangan, legenda Athletic Bilbao, Francisco Yetes menilai bahwa Messi sudah termakan usia.

Pada Desember 2019 lalu, Lionel Messi berhasil memenangkan persaingan dengan Cristiano Ronaldo dan Virgil Van Dijk dalam perburuan Ballon d’Or atau pemain terbaik dunia. Dengan trofi tersebut, kini La Pulga sudah mengoleksi enam Ballon d’Or, yang terbanyak dalam sejarah.

Sebelumnya, Messi juga pernah memenangkan penghargaan pemain terbaik dunia dari FIFA. Dan dari segi performa, Pemain Argentina masih mampu membuktikan kualitasnya di atas lapangan. Pada musim ini, kucuran golnya pun masih sulit untuk dihentikan barisan pertahanan lawan.

Total dari 24 penampilannya di semua ajang musim ini, Messi berhasil mencetak 19 gol dan menyumbang 12 assist diantaranya untuk Barcelona. Tak heran jika Messi meski sudah berusia 32 tahun, tetap mampu menarik sanjungan dari banyak pihak.

Namun tidak bagi legenda Athletic Bilbao, Fransisco Yetes. Ia tidak memungkiri bahwa penampilan Messi di atas lapangan masih memukau, namun dirinya melihat ada penurunan performa dari ayah tiga anak tersebut.

“Messi telah bermain selama bertahun-tahun di level yang tertinggi dan saya pikir dia masih memiliki level tersebut. Namun mungkin dia sudah tidak menentukan seperti dirinya dulu lagi. Tapi performanya masih tetap spektakuler,” ujar Yetes kepada Goal International.

Kendati demikian, Yetes mengaku kagum dengan Lionel Messi dalam hal usahanya membenahi kelemahan. Dulu, Messi dikenal lemah dalam eksekusi tendangan bebas. Pemain Argentina lantas berjanji meningkatkan kemampuannya.

Benar saja, belakangan dia selalu sukses mengeksekusi tendangan bebas, dan Yetes pun mengakui hal tersebut.

“Saya pernah membaca kalau dirinya mengakui bahwa dia telah bekerja keras untuk menjadi lebih efektif pada area itu, dan dia melakukannya. Dia sekarang sangat efektif pada aspek itu, seperti dirinya di departemen lainnya, dan merupakan yang terbaik di dunia,” pungkasnya.

Messi belakangan diisukan sedang terlibat konflik dengan direktur olahraga Barcelona, Eric Abidal terkait pemecatan Ernesto Valverde dari kursi pelatih.

Terkait Kartu Merah, Lautaro Martinez Minta Maaf

Berhadapan dengan Cagliari, Inter Milan ternyata tidak hanya gagal meraih poin penuh, tapi mereka juga dipastikan kehilangan striker andalan, Lautaro Martinez di beberapa laga ke depan. Pemain Argentina tersebut menerima kartu merah di akhir laga kemarin. Terkait hal ini, Lautaro Martinez meminta maaf kepada para fans Nerazzurri.

Pada pertandingan Giornata ke-21 Serie A Italia akhir pekan kemarin, Inter Milan berhadapan dengan Cagliari. Pasukan Antonio Conte yang bermain di San Siro sejatinya lebih diunggulkan menang. Lautaro Martinez mampu membuat Inter unggul lebih dulu pada menit ke-29. Akan tetapi, Cagliari berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui Radja Nainggolan.

Kedudukan imbang 1-1 bertahan sampai laga berakhir. Jelas satu poin saja tak cukup bagi Nerazzurri memangkas jarak dengan Juventus yang ada di puncak. Hasil ini tentu mengecewakan, tapi lebih mengecewakan lagi karena mereka dipastikan kehilangan Lautaro Martinez di beberapa laga ke depan. Bintang muda Argentina tersebut menerima kartu merah dari wasit.

Awalnya, Martinez hanya mendapat kartu kuning dari wasit setelah melanggar pemain lawan. Akan tetapi, sang pengadil kemudian memberikan kartu kuning kedua akibat protes keras yang diajukan bintang muda Argentina. Tindakan yang dilakukan oleh Lautaro itu tentu sangat merugikan Inter. Sebab, dia akan absen pada laga Inter berikutnya.

Tak heran jika selepas pertandingan, yang bersangkutan kemudian mengucapkan permohonan maaf kepada fans Inter Milan.

“Sedih dengan apa yang terjadi hari ini, Saya minta maaf untuk semuanya,” kata Lautaro.

Jika berkaca dari aturan yang ada, maka Lautaro Martinez akan dihukum larangan bermain di tiga pertandingan serie A. Jelas ini tak bagus bagi Inter Milan, mengingat bintang Argentina itu sangat diandalkan manajer Antonio Conte di lini depan bersama dengan Romelu Lukaku.

Dengan hasil ini, Inter gagal memangkas jarak dengan pimpinan klasemen Serie A Juventus. Padahal, Bianconeri menelan kekalahan dari Napoli di pekan ke-21. Sekarang, Inter Milan berada di peringkat ke-2 dengan terpaut tiga poin dari Juventus. Selanjutnya, Nerazzurri akan berhadapan dengan Fiorentina di babak perempat final Coppa Italia.

Page 3 of 7

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén