Mantan pelatih Serie A italia, Aldo Agroppi tak membantah fakta bahwa Antonio Conte merupakan salah satu pelatih terbaik saat ini. Hanya saja, mantan manajer Chelsea itu terlampau ekspressif, sehingga dia terlihat berlebihan.

Adapun, Agroppi sendiri merupakan salah satu pelatih aktif di era 80-an, dengan menangani sejumlah klub Serie A Italia saat itu. Sedangkan saat ini, ia berprofesi sebagai pandit. Dan dalam urusan mengkritik seseorang, Agroppi memang tak pernah tanggung.

Sasaran kritik terbarunya adalah manajer Inter Milan, Antonio Conte. Menurut pandangannya, mantan pelatih Juventus itu adalah sosok manajer yang lebay karena terlalu ekspresif. Padahal, dari segi kualitas, Conte menurutnya masih belum layak dianggap sebagai salah satu yang terbaik.

“Saya tidak suka Conte karena sifat eksibisionisnya, terlalu banyak teriakan dan drama di sisi lapangan. Anda tidak meraih kemenangan dengan menunjukkan aksi sirkus serta lolongan,”

“Dia selalu bersama tim hebat, tapi juga kerap menerima kekalahan yang berat. Saat saya mendengar opini kalau dia yang memberikan mentalitas kuat kepada tim Italia, saya tertawa,”

“Conte dinilai berlebihan, dan sekali lagi musim ini ia tersingkir dari Liga Champions di babak pertama dengan Inter dan sedang tertinggal di Serie A. Dia dipecat oleh Arezzo dan Atalanta,” ujarnya kepada TMW Radio.

Conte sendiri memang pernah memenangkan gelar Serie A Italia tiga kali beruntun bersama dengan Juventus. Bahkan, saat itu Juventus masih berusaha untuk bangkit dari keterpurukan mereka pasca degradasi terkait kasus Calciopoli.

Pun juga demikian saat menangani Chelsea, Conte yang diragukan malah mampu memenangkan gelar juara Premier League. Namun, Agroppi tak lantas kagum dengan pencapaian tersebut, karena itu dianggapnya pencapaian yang biasa saja.

Yang jadi masalah adalah karena sikapnya yang berlebihan di atas lapangan, jika tidak karena itu, Agroppi mungkin mengagumi sosok Conte.

“Dia memenangkan Scudetto bersama Juventus, seperti banyak pelatih lainnya, tapi tidak pernah memberikan dampak di Liga Champions. tidak masalah jika dia tak bersikap lebay soal itu, dengan komando serta teriakannya.,” pungkasnya.