Pelatih Inter Milan, Antonio Conte tak bisa mencari-cari dalih kekalahan timnya atas Juventus dinihari tadi. Mantan pelatih Chelsea itu mengakui bahwa kedua tim berada di level yang berbeda.

Seperti diketahui, Derby d’Italia antara Juventus melawan Inter Milan yang sempat tertunda akhirnya berlangsung dinihari WIB tadi (09/03). Bermain di Allianz Stadium, kedua tim tanpa dukungan para suporter mereka menyusul kebijakan pemerintah Italia.

Meski tanpa suporter, Juventus tetap berhasil meraih kemenangan dalam partai tersebut. Pasukan Mauruzio Sarri menang telak dengan skor akhir 2-0. Gol-gol tuan rumah diciptakan oleh Paulo Dybala dan Aaron Ramsey pada babak kedua.

Tentu kekalahan ini mengecewakan bagi Inter Milan, pasalnya mereka sempat berhasil menjadi pesaing ketat Juventus dalam perburuan Scudetto musim ini.

Berbicara selepas laga, pelatih Antonio Conte enggan mencari-cari alasan kekalahan timnya. Menurutnya, Juventus dan Inter Milan memang berada dalam level yang berbeda.

“Perbedaan antara kami dan Juventus, tanpa menghitung satu laga melawan Sampdoria, adalah enam poin. Itu adalah dua hasil kekalahan di San Siro serta di sini,”

“Kami mencoba untuk tetap di belakang mereka, tapi kami harus belajar dari kekalahan dan memetik pelajaran dari perbandingan untuk bertumbuh dari segi karakter, kualitas, dan kekuatan. Ini adalah kekalahan yang harusnya membantu kami tumbuh dan memahami sejauh apa mereka,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

Lebih lanjut, pelatih berusia 50 tahun tersebut menganggap gol pertama Juventus yang dicetak Aaron Ramsey telah menjatuhkan mental para pemainnya. Atau bisa dikatakan, gol tersebutlah biang kerok kekalahan Handanovic dkk.

“Tetapi gol yang dicetak Ramsey telah mengubah semuanya, di atas semuanya dari segi psikologis. Itu menambah kepercayaan diri mereka dan memukul kami, sehingga kami tak mampu pulih dari situ,” pungkasnya.

Perlu diketahui, pertandingan tersebut digelar tanpa pentonton menyusul wabah Virus Corona yang sudah mencapai Italia.

Pihak pemerintah lantas melakukan tindak pencegahan dengan cara melarang keramaian, salah satunya dengan melarang masyarakat menonton pertandingan sepakbola dengan datang ke Stadion. Aturan ini kabarnya akan berlangsung selama sebulan ke depan.