Setelah langsung menjalani debutnya dalam pertandingan melawan Sampdoria akhir pekan kemarin, Striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic berpeluang kembali tampil dalam partai akhir pekan ini melawan Cagliari. Hal tersebut kemudian dibenarkan manajer Stefano Pioli, hanya saja sang pelatih tidak bisa memberi jaminan Ibra bakal bermain selama 90 menit.

Seperti diketahui, Zlatan Ibrahimovic telah memutuskan untuk kembali ke AC milan setelah berstatus bebas transfer pada akhir Desember 2019 kemarin. Yang bersangkutan lantas langsung mendapatkan kesempatan debut selang tiga hari sejak diperkenalkan sebagai penggawa anyar klub. Mantan pemain Inter Milan itu tampil saat Milan menjamu Sampdoria di San Siro pada pekan ke-18 Serie A 2019/20, Senin (6/1/)

Akan tetapi, sosok berusia 38 tahun tersebut tampaknya masih belum bisa bermain penuh, dalam laga melawan Sampdoria kemarin, dia hanya tampil selama 35 menit. Ibrahimovic masuk menggantikan Krzysztof Piatek di menit 55. Namun, sang pemain gagal membantu Milan meraih kemenangan, sebagaimana pertandingan di San Siro itu berakhir dengan skor kaca mata.

Nah, pada lanjutan Serie A Italia akhir pekan ini, AC Milan akan berhadapan dengan Cagliari yang merupakan peringkat ke-6 pada klasemen sementara. Ibra berpeluang tampil lagi dalam pertandingan tersebut dan hal ini dibenarkan manajer Stefani Pioli. Hanya saja, sang juru taktik tidak bisa memberi jaminan Ibra akan bermain selama 90 menit, karena yang bersangkutan belum siap untuk itu.

“Tidak, tetapi saya akan memilih apakah akan memainkannya dari awal. Untuk bermain 90 menit Anda memerlukan beberapa pertandingan, itu normal bagi mereka yang belum bermain selama beberapa waktu.” kata Pioli seperti dilansir Soccerway.

Selain membawa angin perubahan dari segi performa, menurut pelatih Stefano Pioli, kedatangan Ibra juga akan mempengaruhi performa para pemain muda seperti Rafael Leao yang kenyataannya belum mampu mencetak gol sejak terakhir kali menjebol gawang Fiorentina. Sang manajer yakin, Leao akan lekas berkembang dengan bantuan dari Ibrahimovic.

“Dia mengerti bahwa sesuatu bisa dipelajari dari juara hebat. Memiliki seorang juara seperti Ibra di sebelahnya bisa membuatnya berkembang dengan cepat.” Tandasnya.