Apa yang terjadi pada Arsenal saat ini ? Mereka tidak hanya sulit bersaing dalam perburuan gelar juara setiap musimnya, tapi juga tak bisa menembus empat besar klasemen akhir, sehingga tak pernah bermain di ajang Liga Champions Eropa dalam beberapa musim terakhir ini. Menurut Arsene Wenger, penyebabnya adalah karena klub sekarang tidak manusiawi.


Seperti yang kami katakan, Arsenal terpuruk dalam beberapa tahun terakhir ini, bahkan terhitung sejak Arsene Wenger masih menduduki kursi manajer, kemudian berlanjut ke Periode singkat Unai Emery yang kemudian dipecat dua pekan lalu dan sekarang digantikan legenda klub, Freddie Ljunberg sebagai pelatih interim.

Dibawah arahan Ljunberg, situasi Arsenal tak kunjung membaik. Dalam empat laga yang sudah dia lalui, klub hanya mengemas satu kemenangan saja.

Terkait situasi yang kian terpuruk ini, menurut Arsene Wenger status Arsenal sebagai klub besar justru menyulitkan. Sekarang segalanya tentang bisnis, tentang uang. Hal tersebut membuat jati diri klub perlahan luntur, sisi kemanusiaan berkurang.

” Apa yang menjadi penyesalan terbesar saya adalah perubahan klub, dari yang manusiawi menjadi tidak manusiawi, dengan beban administratif yang lebih besar. Semuanya seolah berjalan begitu cepat. Jika Sepuluh tahun lalu, ketika Anda melihat ada calon yang bagus, Anda bisa langsung mendapatkannya, memberinya kostum, dan dia akan jadi bagian tim.”

“Sedangkan sekarang ini, hal seperti itu sudah tidak ada lagi. Jika Anda menginginkan physio baru, maka anda harus mencermati 300 Lamaran yang masuk ke ruangan anda. Begitulah Arsenal sekarang. Artinya, secara perlahan, saya sudah merasakan bahwa klub sudah terlepas dari penguasaan saya,” Demikian menurut Wenger kepada Express.

Apa yang dimaksud Wenger adalah pekerjaan dalam klub tersebut sendiri yang semakin bertambah, membuat jumlah pekerja juga jadi bertambah, sehingga sulit bagi satu sama lain untuk berinteraksi, dan hal tersebut membuat kerja sama menjadi sulit.

Masalah yang menimpa Arsenal memang belum diketahui pasti, tapi yang jelas, mereka memiliki banyak masalah yang terlihat seperti kurang harmonisnya ruang ganti, sampai insiden pencopotan ban kapten dari lengan Granit Xhaka.